Jumat, 09 Juni 2017

HIDUP KEKRISTENAN YANG SESUNGGUHNYA


Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Injil adalah buku petunjuk bagaimana hidup sebagai anak-anak tebusan yang telah dibeli dengan darah Yesus dan menjadi anak-anak Tuhan dengan pola tindak dan pola kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Selama tiga setengah tahun Tuhan Yesus memberitakan Injil-Nya, artinya Tuhan memberi penjelasan bagaimana pengoperasikan hidup manusia yang sebenarnya. Buku petunjuk ini tidak sederhana. Harus berusaha memahami secara mendalam dan lengkap.
Di sinilah kualitas hidup seseorang ditentukan. Apa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah “terang manusia”, artinya dengan memahami apa yang diajarkan Tuhan Yesus maka seseorang bisa menempatkan diri bagaimana seharusnya menjalani hidup ini.
Dewasa ini, banyak pemberitaan Injil yang tidak sesuai dengan Injil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Ibarat pada mesin atau barang elektronik, buku petunjuknya palsu. Bayangkan, kalau sebuah mesin atau alat elektronik dioperasikan dengan menggunakan buku petunjuk yang salah, betapa konyol. Mesin atau alat elektronik yang mahal itu akan rusak dan sia-sia. Kalau harga mesin atau alat elektronik tersebut mahal, betapa besar kerugiannya. Kehidupan orang percaya lebih dari segala mesin dan barang elektronik. Kalau kehidupan orang Kristen sampai rusak, tak terbayangkan betapa besar kerugiannya, sebab hal ini menyangkut keselamatan jiwa di keabadian.

Sebagai akibat buku petunjuk yang palsu, banyak orang Kristen yang tidak pernah mengalami dan memiliki keselamatan.
Inilah cara Iblis menuai manusia di dalam lingkungan gereja untuk menjadi anggota kerajaan kegelapan. Hal ini terjadi pada gereja yang penggembalaannya diselenggarakan oleh gembala yang tidak mengerti kebenaran Injil yang murni. Mereka adalah gembala jahat yang menggiring domba-domba ke pembataian.
Harus disadari bahwa oknum iblis ini berusaha terus menerus menggiring manusia agar masuk perangkap percintaan dunia dan perangkap licik lainnya, iblis sangat licik dan cerdas, tujuannya hanya satu yaitu untuk membinasakan manusia dan terbuang dari hadirat Allah yaitu dengan perangkapnya yang tidak disadari oleh manusia, dan alkitab mengatakan iblis adalah pencuri, iblis adalah pencuri yang bisa mencuri keselamatan seseorang tanpa disadari oleh orang yang telah dicurinya.
Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jadi tanpa pimpinan Roh Kudus dan memahami kebenaran Firman Tuhan, kita pasti tertipu. Pada umumnya gaya hidup manusia ditentukan atau sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Gaya hidup dunia yang fasik ini merupakan buku petunjuk yang menggiring manusia masuk ke dalam gaya hidup yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.
Fasik artinya mengerti kebenaran Tuhan yang harus terperagakan namun ia tidak melakukannya.
Kalau keadaan ini berlarut-larut, tidak dihentikan segera, maka seseorang akan makin rusak dan mungkin tidak pernah dapat diperbaiki lagi.
Menjadi orang percaya, kita harus belajar Injil untuk menemukan bagaimana seharusnya kita hidup. Proses pembelajaran ini harus berlangsung dengan serius secara berkesinambungan dengan sarana Injil yang benar, buku petunjuk yang benar.
Diharapkan jemaat Tuhan menggunakan akal sehatnya dan hati nuraninya yang dituntun oleh Roh Kudus untuk mengenali “kebenaran” yang original.
Pada akhirnya orang percaya yang belajar buku petunjuk Tuhan tersebut (Injil) dengan benar akan mengerti bahwa maksud Injil diberikan agar orang percaya memiliki kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sesuai dengan kehendak Tuhan artinya memiliki kehidupan yang sempurna seperti Bapa.
Ini adalah hal mutlak yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Hal inilah yang membuat Kekristenan menjadi tidak mudah, tetapi jalan yang sukar. Kesukarannya terletak pada sulitnya memahami Injil yang murni dan melakukannya secara konsekuen dan konsisten.

Kita harus menentang dengan tegas dan keras bila Kekristenan diajarkan sebagai jalan yang mudah. Kekristenan adalah jalan yang benar dan terbaik tiada duanya, tetapi bukan mudah. Kekristenan yang diajarkan sebagai jalan mudah dapat mengakibatkan orang-orang Kristen menjadi duniawi.
Inilah penyebab kegagalan pelayanan.
Banyak orang ke gereja dan setia dalam berbagai kegiatan gereja tetapi tetap hidup dalam “percintaan akan dunia”.
Mereka akan binasa sebab tidak pernah mengasihi Tuhan sepenuhnya/tidak segenap hati dan jiwa. Kekristenan yang diajarkan bahwa mengikut Yesus adalah jalan yang mudah, cenderung membawa jemaat Tuhan menjadi kerdil, kekanak-kanakan dan kurang bertumbuh. Bila demikian, maka cinta jemaat terhadap dunia tidak surut. Sebagai akibatnya, hati jemaat tidak merindukan Yesus dan kerajaan-Nya.
Bibirnya mengasihi Tuhan, tetapi hatinya mengasihi harta dan dunia ini, hal itu terlihat dari pergumulan doa-doa yang dinaikkan kepada Tuhan adalah orientasinya agar kehidupannya dibumi ini dilepaskan dari segala kesulitan ekonomi, diberi kelancaran usaha, pekerjaan, dijauhkan dari sakit penyakit supaya semakin nyaman tinggal hidup dibumi ini.
Mereka lebih mempersoalkan kepentingan dan penghidupan hidup mereka dari pada kepentingan Tuhan atas hidup mereka untuk melakukan kehendak-Nya.
Didalam hatinya yang terbesar sebenarnya bukanlah Tuhan tetapi kemakmuran jasmani dan kenyamanan hidup dibumi ini.
Ini berarti terjadi praktek persundalan atau perzinahan rohani yang melukai hati Tuhan. Ironinya, mereka tidak merasa sedang melukai hati Tuhan, sebab mereka tidak terlibat dalam berbagai pelanggaran moral umum.

Harus dipahami bahwa tindakan dosa bukan hanya tindakan yang kelihatan, tetapi sikap hati yang salah sudah merupakan tindakan yang membangkitkan reaksi Tuhan.
Hidup Kekristenan yang sesungguhnya adalah dimana seseorang selalu mempersoalkan dihadapan Tuhan apakah Tuhan sudah berkenan dalam segala hal yang telah ia kerjakan didalam hidupnya, ia akan semakin mempersoalkan apakah masih ada kebenaran-kebenaran Tuhan yang belum ia kenakan didalam hidupnya sehingga semakin memperbaiki diri setiap hari, ia akan terus bergumul kepada Tuhan apakah Tuhan sudah dipuaskan terhadap pelayanan pekerjaan Tuhan dan segala hal yang telah ia lakukan untuk Tuhan dan bagi sesamanya.
Dengan menggumulkan hal ini seseorang semakin bertumbuh dewasa didalam kebenaran dan kesucian Tuhan dan Tuhan akan membawanya kepada pengertian yang lebih dalam terhadap kehendak-Nya untuk ia kerjakan.
Orang-orang seperti ini selalu akan hidup hanya demi dapat semakin memuaskan hati-Nya dan bukan lagi untuk memuaskan keinginan-keinginannya.
Tentu orang-orang seperti ini sangat efektif dipakai Tuhan untuk melayani pekerjaan Tuhan dan melakukan segala kehendak dan rencana-Nya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat, kelak ketika selesai tugasnya dibumi ini kembali menghadap Bapa tentu ia adalah orang yang akan disambut dan diterima dikemah abadi-Nya sebagai putra putri keluarga kerajaan Allah.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar